Tabel Analisis Komposit Indikator Teknik Penangkapan WPP-715

Teluk Tomini merupakan suatu perairan di Sulawesi yang bersifat oseanik dengan kedalaman rata-rata mencapai > 1.500 m. Potensi pengelolaan perikanan Teluk Tomini-lat Maluku-Laut Seram mencapai 486.000 ton per tahun (83%). Sebanyak 80% berupa ikan pelagic kecil. Potensi ikan demersal mencapai 16%. Nilai ekonomis dan potensi yang besar ini mendorong ekploitasi perikanan baik secara legal maupun illegal.

Analisis Komposit Teknik Penangkapan WPP 715
Indikator Teknik Penangkapan Unit Data Bobot Skor Nilai Flag
Destructive dan illegal fishing Penggunaan bom, potasium cukup tinggi di Perairan Banggai, Laut Halmahera dan perairan lainnya. Kondisi TK di pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi & utara Papua, sebanyak (< 25%) dlm kondisi sangat buruk. Kondisi TK di bag. Timur, 5.88% (sgt baik) & 17,28% (baik) (LIPI, 2008). Penyebab kerusakan terbesar TK disinyalir berasal dari aktivitas pengeboman 16,67 2 33,33  
Modifikasi alat tangkap Penggunaan rumpun (rakit) sangat massif dlm penangkapan ikan pelagic besar. Penggunaan dogol dan alat tangkap lain yg diidentifikasi modifikasi trawl sangat kecil (kosong menurut DKP, 2008).Mayoritas alat tangkap adl pancing tonda. Penggunaan pukat cincin (717) dan pukat tarik ikan (7417). Pukat tarik ikan banyak terdapat di Sulteng. Jml tsb masih di bawah rata-rata/rendah. 16,67 2 33,33  
Fishing capacity dan effort Pengusahaan perikanan demersal dan pelagic kecil (moderate) ; perikanan pelagic besar (full exploited) (BRKP, 2007) 16,67 2 33,33  
Selektivitas alat tangkap Penggunaan trawl, pukat tarik ikan dan purse seine masih di bawah 50%. Alat tangkap spt trawl, pukat ikan dan pukat cincin disinyalir mempunyai ukuran jaring yg kecil. Penggunaan pukat tarik ikan (7.417), purse seine (717). Sedangkan rata-rata penggunaan scra nasional, pukat ikan (376), dogol (813) dan purse seine (677) 16,67 3 50  
Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal Terjadi kenaikan pada skala 5-20 GT dan penurunan pada skala 30-200 GT. 16,67 2 33,33  
Sertifikasi awak kapal perikanan Jumlah kapal ukuran > 30 GT sebanyak 87.Dg asumsi rata2 awak 23 org/kpl. Maka awak mencapai 2001 org. 20% nya = 400 org. sdgkan total sertifikat yg dikeluarkan = 10.091. jika dibagi 11 WPP sekitar 917 org. jd perkiraan kepemilikan sertifikat < 50% 16,67 1 16,67  
100 12 199,99  

Upaya penangkapan pelagic besar pada umumnya menggunakan rumpon sebagai alat bantu pengumpul ikan. Rumpon hampir tersebar di seluruh perairan seperti di lepas pantai Parigi sampai dengan Barat Laut Kepulauan Togian, Pantai Utara Ampana, Bunta sampai Bualemo (Luwuk), di pantai utara tersebar dari perairan sekitar Marisa, Tilamuta, Gorontalo dan Molibagu. Nelayan pancing tuna menangkap tuna ukuran besar atau muda, cakalang dan tongkol banyak tertangkap oleh alat tangkap Pukat Cincin. Jumlah pukat cincin ini mencapai 717 unit (2008). Status pengusahaan ikan demersal dan pelagic kecil masih dalam tahapan moderate. Namun pemanfaatan sumberdaya ikan perlu terus diiringi dengan monitoring yang intesif karena berpotensi mencapai status over exploited. Sedangkan pada perikanan pelagic besar telah mencapai tahap fully exploited. Hasil tangkapan berupa ikan tuna kecil pada kedalaman 150 m. Implikasi dari penangkapan berlebih ini dapat menghambat laju pertumbuhan ikan tuna karena tertangkap pada ukuran yang kecil. Hal ini memicu terjadinya growth overfishing.

Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

7 orang
259 orang
1264 orang
11515 orang
Kunjungi kami juga di: