Tabel Analisis Komposit Indikator Teknik Penangkapan WPP-716

Perairan Sulawesi Utara dan Gorontalo merupakan salah satu daerah penangkapan ikan tuna dan cakalang yang terpenting di kawasan Indonesia Timur (BRKP, 2007). Perkembangan perikanan tuna terlihat dari banyaknya perusahan-perusahaan perikanan tuna di wilayah ini dengan alat tangkap yang dominan digunakan adalah Huhate. Penggunaan Huhate sampai tahun 2008 mencapai 581 unit. Potensi perikanan tuna ini ditandai dengan maraknya penggunaan alat tangkap pancing seperti pancing ulur, pancing tonda dan pancing lainnya. Jumlah armada perikanan laut di perairan ini cukup berfluktiasi dari tahun ke tahun. Terjadi penurunan pada perikanan skala 100 GT ke bawah. Armada yang dominan adalah < 5 GT dengan jumlah pada tahun 2008 mencapai 6.490 unit. Kenaikan terjadi pada armada pada ukuran 100-200 GT dan > 300 GT. Bahkan armada dengan ukuran > 1000 GT meningkat dari 1 unit menjadi 2 unit. Status pengusahaan ikan demersal dan pelagic kecil masih belum bisa ditetapkan mengingat data dan informasi yang tersedia tidak memadai untuk dianalisis (BRKP, 2007).

Analisis Komposit Teknik Penangkapan WPP 716
Indikator Teknik Penangkapan Unit Data Bobot Skor Nilai Flag
Destructive dan illegal fishing Penggunaan bom, potasium cukup tinggi (50-100%). Kondisi TK di pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi & utara Papua, sebanyak (< 25%) dlm kondisi sangat buruk. Kondisi TK di bag. Timur, 5.88% (sgt baik) & 17,28% (baik) (LIPI, 2008). Penyebab kerusakan terbesar TK disinyalir berasal dari aktivitas pengeboman 16,67 2 33,33  
Modifikasi alat tangkap Penggunaan rumpon massif dan mencegah ruaya ikan ke daerah pantai menyebabkan hasil tangkapan kecil & meningkatkan kapasitas armada 60 GT dg alat tangkap Huhate (BRKP, 2007). Penggunaan dogol dan alat tangkap lain yg diidentifikasi modifikasi trawl sebanyak 42 unit (DKP, 2008).Mayoritas alat tangkap adl pancing ulur. Penggunaan pukat cincin (1174) dan pukat tarik ikan (66). Pukat tarik ikan banyak terdapat di Sulut. Jml tsb masih di bawah rata-rata/rendah 16,67 3 50  
Fishing capacity dan effort Pengusahaan thd perikanan pelagic besar (tuna) di Laut Sulawesi dan Samudera pasifik sangat tinggi dgn status pemanfaatan Over Exploited ; sdgn pengusaan perikanan pelagic kecil & demersal blm bs ditentukan (tdk ada data) (BRKP, 2007) 16,67 2 33,33  
Selektivitas alat tangkap Penggunaan trawl, pukat tarik ikan dan purse seine masih di bawah 50%. Alat tangkap spt trawl, pukat ikan dan pukat cincin disinyalir mempunyai ukuran jaring yg kecil. Penggunaan pukat ikan (66), dogol (42), purse seine (1.174). Sedangkan rata-rata penggunaan scra nasional, pukat ikan (376), dogol (813) dan purse seine (677) 16,67 3 50  
Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal Terjadi penurunan pada armada 10-30 GT, tetapi peningkatan pada armada > 30 GT (perubahan dari perikanan skala kecil menuju perikanan industri) (BRKP, 2007) 16,67 1 16,67  
Sertifikasi awak kapal perikanan Jumlah kapal ukuran > 30 GT sebanyak 395 unit.Dg asumsi rata2 awak 23 org/kpl. Maka awak mencapai 9085 org. 20% nya = 1.817. sdgkan total sertifikat yg dikeluarkan = 10.091. jika dibagi 11 WPP sekitar 917 org. jd perkiraan kepemilikan sertifikat > 100% 16,67 3 50  
100 14 233,33  
Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

7 orang
259 orang
1264 orang
11515 orang
Kunjungi kami juga di: