Tabel Analisis Komposit Indikator Teknik Penangkapan WPP-717

Perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik merupakan daerah dengan potensi perikanan pelagic kecil dan besar yang sangat tinggi. Nelayan-nelayan di Papua dan Papua barat banyak menggunakan gillnet dan pancing dalam memanfaatkan sumberdaya ikan di wilayah ini. Alat tangkap yang dominan adalah jaring insang tetap yang mencapai 18.585 unit dan jaring insang hanyut sebanyak 11.139 unit. Alat tangkap lain yang cukup besar adalah rawai tetap (2.675 unit), pancing tonda (7.013 unit) dan pancing lainnya (25.041).

Analisis Komposit Teknik Penangkapan WPP 717
Indikator Teknik Penangkapan Unit Data Bobot Skor Nilai Flag
Destructive dan illegal fishing Penggunaan bom ikan cukup tinggi (50-100%). Kondisi TK di pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi & utara Papua, sebanyak (< 25%) dlm kondisi sangat buruk. Kondisi TK di bag. Timur, 5.88% (sgt baik) & 17,28% (baik) (LIPI, 2008). Penyebab kerusakan terbesar TK disinyalir berasal dari aktivitas pengeboman 16,67 2 33,33  
Modifikasi alat tangkap Penggunaan dogol dan alat tangkap lain yg diidentifikasi modifikasi trawl sangat kecil (kosong menurut DKP, 2008).Mayoritas alat tangkap adl jaring insang tetap&hanyut. Penggunaan pukat cincin (93) dan pukat tarik ikan (278). Jml tsb masih di bawah rata-rata/rendah 16,67 3 50  
Fishing capacity dan effort Pengusahaan thd perikanan pelagic besar (tuna) di Laut Sulawesi dan Samudera pasifik sangat tinggi dgn status pemanfaatan Over Exploited ; sdgn pengusaan perikanan pelagic kecil & demersal blm bs ditentukan (tdk ada data) (BRKP, 2007) 16,67 2 33,33  
Selektivitas alat tangkap Penggunaan trawl, pukat tarik ikan dan purse seine masih di bawah 50%. Alat tangkap spt trawl, pukat ikan dan pukat cincin disinyalir mempunyai ukuran jaring yg kecil. Penggunaan pukat ikan (278), purse seine (93). Sedangkan rata-rata penggunaan scra nasional, pukat ikan (376), dogol (813) dan purse seine (677) 16,67 2 33,33  
Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal Terjadi kenaikan armada pd skala 5-30 GT. Sedangkan pada ukuran > 30 GT cenderung tetap 16,67 2 33,33  
Sertifikasi awak kapal perikanan Jumlah kapal ukuran > 30 GT sebanyak 6 unit.Dg asumsi rata2 awak 23 org/kpl. Maka awak mencapai 138 org. 20% nya = 28 unit. sdgkan total sertifikat yg dikeluarkan = 10.091. jika dibagi 11 WPP sekitar 917 org. jd perkiraan kepemilikan sertifikat <50 % 16,67 3 50  
100 14 233,32  

Armada yang banyak berkembang di wilayah ini adalah armada dengan kapasitas < 5 GT yang sampai tahun 2008 mencapai 383 unit. Jumlah ini meningkat dari tahun 2007 yang mencapai 224 unit. Peningkatan armada terjadi pada armada dengan kapasitas 5-30 GT. Sedangkan armada > 30 GT cenderung tetap. Namun di wilayah ini juga terdapat armada dengan kapasitas > 300 GT termasuk yang berukuran > 100 GT sebanyak 1 unit. Tingkat pengusahaan yang tinggi baik yang dilakukan oleh nelayan Indonesia maupun nelayan negara lain di Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik bagian barat terhadap perikanan pelagic besar terutama tuna. Status perikanan di WPP 717 untuk perikanan pelagic besar berada pada tahapan over exploited. Hal itu dipicu dengan semakin meningkatnya jumlah armad tangkap baik oleh nelayan lokal maupun asing.

Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

14 orang
237 orang
1243 orang
11521 orang
Kunjungi kami juga di: