Tabel Analisis Komposit Indikator Teknik Penangkapan WPP-718

Perairan Laut Arafura secara administratif termasuk dalam wilayah Propinsi Papua dan sebagian termasuk Propinsi Maluku, terutama yang berada di wilayah Kepualauan Aru. Perairan ini sebagian besar merupakan perairan ZEE Indonesia yang berhubungan langsung dengan Laut Timur dan Laut Banda. Perairan Laut Arafura dan sebagian Maluku merupakan salah satu daerah penangkapan udang dan ikan demersal yang sangat potensial. Potensi perikanan yang besar ini didukung dengan adanya pelabuhan perikanan yang terdapat di Sorong dan Ambon. Luas wilayah penangkapan nelayan meliputi wilayah Merauke, Tual, Benjina, Kendari dan Bitung.

Analisis Komposit Teknik Penangkapan WPP 718
Indikator Teknik Penangkapan Unit Data Bobot Skor Nilai Flag
Destructive dan illegal fishing Penggunaan bom ikan, potasium cukup tinggi (50-100%). Kondisi TK di pesisir Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi & utara Papua, sebanyak (< 25%) dlm kondisi sangat buruk. Kondisi TK di bag. Timur, 5.88% (sgt baik) & 17,28% (baik) (LIPI, 2008). Penyebab kerusakan terbesar TK disinyalir berasal dari aktivitas pengeboman 16,67 2 33,33  
Modifikasi alat tangkap Penggunaan dogol dan alat tangkap lain yg diidentifikasi modifikasi trawl sangat kecil (kosong menurut DKP, 2008).Mayoritas alat tangkap adl pancing tonda&jaring insang tetap. Penggunaan pukat cincin (461) dan pukat tarik ikan (416). Jml tsb masih di bawah rata-rata/rendah 16,67 2 33,33  
Fishing capacity dan effort Pemanfaatan SDI di Laut Arafura di atas 100% (DKP Prop. Papua, 2010). Pengusahaan perikanan pelagic besar (over exploited). 16,67 1 16,67  
Selektivitas alat tangkap Penggunaan trawl, pukat tarik ikan dan purse seine masih di bawah 50%. Alat tangkap spt trawl, pukat ikan dan pukat cincin disinyalir mempunyai ukuran jaring yg kecil. Penggunaan pukat tarik ikan (416), purse seine (461). Sedangkan rata-rata penggunaan scra nasional, pukat ikan (376), dogol (813) dan purse seine (677) 16,67 3 50  
Kesesuaian fungsi dan ukuran kapal Penurunan armada tangkap dg bobot > 30 GT dgn alat tangkap dominan adl pukat tarik ikan/udang 16,67 2 33,33  
Sertifikasi awak kapal perikanan Jumlah kapal ukuran > 30 GT sebanyak 684 unit. Dg asumsi rata2 awak 23 org/kpl. Maka awak mencapai 15732 org. 20% nya = 3146 org. sdgkan total sertifikat yg dikeluarkan = 10.091. jika dibagi 11 WPP sekitar 917 org. jd perkiraan kepemilikan sertifikat > 50 % 16,67 3 50  
100 13 216,66  

Perikanan ikan demersal dan udang secara komersial dilakukan dengan penggunaan alat tangkap pukat tarik. Namun, dari hasil tangkapan masih banyak tertangkap ikan non target atau hasil tangkapan sampingan (by catch) yang dibuang secara percuma. Produksi hasil tangkapan sampingan di perairan Arafura mencapai 40.000-70.000 ton setiap tahunnya dan hasil tangkapan sampingan tersebut rata-rata merupakan ikan demersal konsumsi. Jumlah tangkapan ikan demersal dan udang dalam beberapa tahun mencapai 500.000 ton per tahun. Alat tangkap yang dominan digunakan dalam penangkapan ikan demersala adalah pukat ikan yang sampai saat ini mencapai > 2.000 unit (2008). Data statistik perikanan (2008) menyebutkan bahwa pemanfaatan pukat pantai mencapai 2.554 unit, pukat cincin 461 unit, pukat ikan 416 unit dan pukat udang mencapai 223 unit.

Perkembangan armada tangkap dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Kapal pukat tarik ikan meningkat pesat sejak tahun 1996 dengan bobot kapal di atas 100 GT. Namun saat ini, cenderung mengalami penurunan. Selama tahun 2007-2008 jumlah armada tangkap dengan kapasitas 100 GT ke atas mencapai 568 unit. Peningkatan armada dengan kapasitas besar terjadi pada skala 500-100 GT dari 14 unit (2007) menjadi 15 unit (2008). Armada tertinggi didominasi oleh kapal-kapal dengan ukuran < 5 GT yang jumlahnya semakin meningkat dari 505 unit (2007) menjadi 645 unit (2008). Peningkatan juga terjadi pada skala 5-30 GT. Tingginya upaya tangkap ditambah dengan maraknya penangkapan ilegal di WPP ini terutama untuk jenis ikan demersal dan udang menyebabkan status pengusahaan perikanan mencapai tahaoan over exploited. Saat ini hasil tangakapan udang didominasi oleh udang-udang yang mempunyai nilai ekonomis rendah dan berukuran kecil, sedangkan ikan demersal banyak tertangkap dalam ukuran kecil. Hal ini menunjukkan bahwa perairan di wilayah ini sudah pada tahapan over fishing. Kondisi yang agak berbeda terjadi pada perikanan pelagic kecil. Kondisinya saat ini berada pada tahap moderate. Hal itu disebabkan karena target sasaran penangkapan lebih kepada ikan-iakn demersal dan udang.

Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

6 orang
258 orang
1263 orang
11514 orang
Kunjungi kami juga di: