Status WPP 713 berdasarkan indikator EAFM

Wilayah Pengelolaan Perikanan 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan laut Bali. Secara administratif, WPP 713 di sebelah utara berbatasan dengan Kab. Kutai Timur, Prov. Kalimantan Timur dan Kab. Donggala, Prov. Sulawesi Tengah; di sebelah timur berbatasan dengan Kab. Kolaka, Prov. Sulawesi Tenggara; di sebelah selatan berbatasan dengan Kab. Sikka, Prov. NTT, Kab. Situbondo dan Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur; dan di sebelah barat berbatasan dengan Kab. Kotabaru dan Kab. Tanah Laut, Prov. Kalimantan Selatan. Secara umum, WPP 713 di sebelah utara berbatasan dengan garis yang ditarik dari batas Kab. Berau dan Kutai Timur, Prov. Kalimantan Timur ke perbatasan antara Kab. Donggala dan Kab. Tolitoli di Sulawesi Tengah; di sebelah timur berbatasan dengan pantai Barat Sulawesi dan masuk ke Teluk Bone hingga batas Kab. Kolaka dengan Kab. Bombana, Prov. Sulawesi Tenggara, batas tesebut ditarik ke garis ke Selatan hingga ke P. Kalaotoa yang berada di Kab. Selayar, Prov. Sulawesi Selatan, ditarik garis menuju perbatasan Kab. Sikka dengan Kab. Flores Timur, Prov. NTT; di sebelah selatan berbatasan dengan pantai Utara P. Flores ke arah Barat hingga Tanjung Toru, selanjutnya mengikuti batas Utara WPP 573; dan di sebelah barat berbatasan dengan perbatasan antara Kab. Banyuwangi dan Kab. Situbondo, Prov. Jawa Timur, selanjutnya mengikuti batas WPP 712 ke arah Utara, menyusuri pantai Timur Kalimantan hingga perbatasan antara Kab. Berau dan Kab. Kutai Timur, Prov. Kalimantan Timur. Berdasarkan analisis terhadap semua parameter, diperoleh penilaian kondisi ekosistem WPP 713 pada masing-masing indikator yaitu habitat 187.50 (sedang), sumberdaya ikan 183.33 (sedang), teknis penangkapan ikan 166.67 (sedang), sosial ekonomi 185.71 (sedang) dan kelembagaan 166.67 (sedang).  Hasil analisis komposit agregat semua indikator menunjukkan nilai 177.98, dimana kondisi ekosistemnya adalah ‘SEDANG’ atau warna flag kuning.  Kemudian analisis lebih detail, dapat dilihat pada masing-masing WPP berdasarkan indikatornya.

Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No. 50/KEPMEN-KP/2017

O

F

M

Over Exploited Fully Exploited Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil F
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal M
- Ikan karang M
- Udang penaeid O
- Lobster O
- Kepiting O
- Rajungan F
- Cumi-cumi F
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil F
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal F
- Ikan karang M
- Udang penaeid O
- Lobster F
- Kepiting M
- Rajungan M
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil O
- Ikan pelagis besar O
- Ikan demersal M
- Ikan karang O
- Udang penaeid O
- Lobster F
- Kepiting M
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil O
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal F
- Ikan karang O
- Udang penaeid F
- Lobster F
- Kepiting O
- Rajungan O
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil M
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal F
- Ikan karang O
- Udang penaeid O
- Lobster O
- Kepiting F
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil O
- Ikan pelagis besar O
- Ikan demersal F
- Ikan karang O
- Udang penaeid F
- Lobster O
- Kepiting F
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil M
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal F
- Ikan karang F
- Udang penaeid M
- Lobster O
- Kepiting O
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil M
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal M
- Ikan karang M
- Udang penaeid F
- Lobster O
- Kepiting O
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil M
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal M
- Ikan karang O
- Udang penaeid F
- Lobster F
- Kepiting O
- Rajungan F
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil F
- Ikan pelagis besar O
- Ikan demersal M
- Ikan karang F
- Udang penaeid M
- Lobster O
- Kepiting F
- Rajungan O
- Cumi-cumi O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
- Ikan pelagis kecil F
- Ikan pelagis besar F
- Ikan demersal F
- Ikan karang O
- Udang penaeid F
- Lobster F
- Kepiting F
- Rajungan F
- Cumi-cumi O

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

  • alwi PPs STP jakarta pada Network Dalam Pengembangan EAFM di Indonesia

    sustainability dapat di realisasikan jika kesadaran sosial ekonomi dan lingkungan dapat sinergis dan berperan akan tetapi tantangan dari ketiga hal tersebut masih cukup sulit di aplikasikan

  • Pak Supardin pada Profil Perikanan Indonesia

    apakah profilnya bisa lebih dilengkapi lagi? tks

  • DANANJAYA pada Peluncuran website EAFM-Indonesia

    cukup menarik informasinya, mungkin perlu yang lebih ilmiah pemaparannya dan melalui suatu kajian agar mendekati kebenarannya.

  • Imran AMin pada Network Dalam Pengembangan EAFM di Indonesia

    EAFM hanya bisa diimplementasikan jika pemerintah sudah bisa mengubah paradigma penentuan potensi lestari sumberdaya perikanan kita. Mengubah dari pendekatan nasional based ke satuan pengelolaan perikanan terkecil. potensi lestari per WPP pun masih sangat bias nantinya, karena kelembagaan pengelolaan WPP itu sendiri masih berfragmentasi antara pusat propinsi dan kabupaten. Dalam menentukan potensi lestari tersebut pun tidak lagi menggunakan pendekatan linier dan single species, tapi mulai memperhatikan factor-factor yang mempengaruhi keberadaan kelimpahan ikan. misalnya nilai potensi lestri kawasan Teluk Jakarta, atau kawasan-kawasan lain yang indikator ekosistemnya bias terukur. Tidak seperti saat ini, yang jadi acuan kita hanya potemsi letari nasional... Kalau paradigma dasar ini sudah dirubah, maka penerapan EAFM akan menjadi sangat mudah... tinggal menentukan effort maksimal yang diperbolehkan berdasarkan informasi perluasan specific di atas.

  • Agussalim pada UNPATTI Ambon
    EAFM sangat aplikabel dan sesuai tuntutan kondisi untuk perikanan berkelanjutan. Tim EAFM Indonesia patut dapat apresiasi. secara pribadi saya mengucapkan terimakasih kepada Bpk James Abrahamsz (koordinator EAFM Wilayah Maluku/ Dosen Pascasarjana Unpatti Ambon) atas kesediaannya menjadi pembimbing penelitian saya tentang EAFM. dan terimakasih kepada Kanda Muhammad Yusuf (WWF-Indonesia) atas support dan inspirasinya untuk fokus penelitian kepada EAFM. Terimakasih pula kepada Bapk Prof. Samsu Alam (Unhas) atas laporan tentang EAFM Ikan terbang (ternayata EAFM aplikatif pula untuk spesies tertentu). EAFM seharusnya menjadi roadmap pengelolaan perikanan, dan segenap praktisi, akademisi dan pengambil kebijakan perikanan harus menguasai ini.
0 orang
47 orang
193 orang
10159 orang
Kunjungi kami juga di: