Profil Wilayah

Kei

Kei Kecil Barat adalah sekelompok pulau kecil di sisi timur Laut Banda Eco-Region. Ekosistem laut yang mengelilingi pulau ini penting untuk enam spesies penyu laut yang ditemukan di Indonesia yaitu penyu hijau, penyu sisik, zaitun ridley, tempayan, penyu pipih, dan belimbing. Pulau ini juga diakui secara global sebagai tempat mencari makan untuk belimbing penyu Pasifik yang terancam punah, yang diburu oleh nelayan lokal untuk konsumsi. Daerah ini juga telah diidentifikasi sebagai jalur migrasi utama bagi beberapa spesies ikan paus.
Terumbu karang masih sedikit dipelajari, tapi mereka sangat beragam karena lokasi mereka di Segitiga Karang Dunia, dengan habitat keragaman jenis yang tinggi di kepulauan ini, tidak ada polutan, dan kualitas air yang baik berasal dari lingkungan lautnya. Populasi ikan karang relatif sehat, karena nelayan lokal fokus pada spesies ikan pelagis.
Penyu belimbing, secara lokal dikenal sebagai Tabob, memiliki makna budaya lokal yang besar karena merupakan simbol nenek moyang dan tujuh tonjolan pada cangkangnya mencerminkan jumlah kelompok adat lokal di Kepulauan Kei Kecil. Musim penyu belimbing sangat berhubungan dengan musim berburu sekitar Juli-November dan Maret-April. Selama periode ini, sejumlah besar ubur-ubur Scyphozoan, makanan untuk penyu belimbing, banyak disekitar air pulau Kei Kecil. Studi tentang migrasi setelah bersarang, penyu belimbing di semenanjung Birdshead Papua (pantai Jamursba Medi) oleh Southwest Perikanan Science Center dan WWF-Indonesia, menunjukkan bahwa sebagian dari lokasi Barat Daya pulau Kei Kecil merupakan salah satu habitat mencari makan mereka selain Laut Sulu, Cina Selatan Laut, Timur Australia dan Pantai Barat Amerika Serikat.
Kehadiran daerah mencari makan penyu belimbing di Kepulauan Kei memberikan kesempatan unik untuk pengembangan ecotourism. Kehadiran penyu telah meningkatkan minat fotografer profesional bawah air dalam beberapa tahun terakhir, pembuat film dokumenter dan operator ecotourism. Melibatkan mereka dan para pemburu dalam penelitian lapangan, telah terbukti mengurangi tekanan perburuan.
WWF telah bekerja di kepulauan Kei sejak tahun 2004 yang bekerja sama dengan mitra LSM lokal yaitu Yayasan Siran, bertujuan untuk mengurangi perburuan tradisional penyu belimbing. Strategi konservasi untuk saat ini telah difokuskan pada pengembangan dukungan masyarakat untuk konservasi penyu, melalui peningkatan kesadaran dan pendidikan, partisipasi masyarakat dalam konservasi penyu belimbing dan pengembangan sistem berburu berkelanjutan yang diatur oleh hukum adat dan pemerintah. WWF-Indonesia saat ini bertujuan untuk mengembangkan program ini untuk memperluas pemanfaatan multi-guna MPA dengan luas no take zona yang signifikan, sebagai bagian dari strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan dan melindungi spesies terancam punah seperti penyu belimbing di lokasi di mana mereka paling rentan berada.
Dalam 3 tahun ke depan, WWF-Indonesia akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat, didukung oleh para ahli, untuk memfasilitasi pengembangan rencana pengelolaan MPA yang mencakup no take zona yang mencakup setidaknya 30% dari semua habitat penting, untuk meningkatkan perikanan di sekitar wilayah perikanan dan melindungi spesies yang terancam punah. WWF telah mengidentifikasi lokasi berburu penyu belimbing, dan hasilnya berguna untuk pemantauan lokasi berburu, tingkat berburu, dan sosial-ekonomi lokal.

Project Leader Kei Islands: Jan Manuputy
Email: Jmanuputy@wwf.or.id

Tidak ada komentar
Isi Komentar
 isi 8 digit karakter di sebelah kiri
Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

4 orang
220 orang
1199 orang
13196 orang
Kunjungi kami juga di: