Network Dalam Pengembangan EAFM di Indonesia

Network Dalam Pengembangan EAFM di Indonesia

EAFM merupakan kelompok jaringan kerja pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem.  Pihak-pihak yang terlibat adalah institusi pemerintah, NGO / LSM, perguruan tinggi/akademisi, praktisi perikanan, kelompok nelayan serta personal yang memiliki minat dan pada bidang perikanan.  Konsep ini merupakan hasil sintesis dari studi ekplorasi kondisi wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia ditinjau dari perspektif pendekatan ekosistem untuk perikanan (ecosystem approach to fisheries management; EAFM). Studi eksplorasi awal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari uji coba indikator pengelolaan perikanan berbasis ekosistem yang telah dihasilkan melalui serial workshop kerjasama antara Direktorat Sumberdaya Ikan, Ditjen Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan beserta WWF Indonesia yang didampingi secara ilmiah oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Institut Pertanian Bogor.

Proses-proses awal yang penting dalam pengembangan konsep ini adalah Pra-Lokakarya Identifikasi Indikator Pendekatan Ekosistem dalam Pengelolaan Perikanan yang dilaksanakan di Bogor, pada tanggal 13-14 Agustus 2010. 

Kegiatan ini dihadiri oleh :

  1. Ir. Agus A. Budhiman, M.Aq - Dit. SDI DJPT
  2. Dr. Purwanto – PRPT BRKP
  3. Prof. Dr. Ari Purbayanto - IPB
  4. Dr. Abdul Ghoffar - UNDIP
  5. Dr. Darmawan – UB
  6. Dr. Suharyanto – STP
  7. Dr. Zarochman – BBPPI
  8. Dr. Luky Adrianto – PKSPL IPB
  9. Dr. Handoko – PKSPL IPB
  10. Fahmi, Msc – LIPI
  11. Hary Christijanto, A.Pi, M.Sc - Dit. SDI DJPT
  12. Ir. Kosasih, M.Si - Dit. SDI DJPT
  13. Ir. Siti Komariah, M.Si - Dit. SDI DJPT
  14. Ir. Ratnawita - Dit. SDI DJPT
  15. Jimmy, S.Pi, M.Si - Dit. SDI DJPT
  16.  Ilham, S.Pi, M.Si - Dit. SDI DJPT
  17. Diding S. Effendi, S.Pi, M.Si - Dit. SDI DJPT
  18. Novia Tri Rahmawati, S.Pi - Dit. SDI DJPT
  19. Aris Budiarto, S.Pi - Dit. SDI DJPT
  20. Umrony, S.T - Dit. SDI DJPT
  21. Wawan Ridwan – WWF Indonesia
  22.  Imam Musthofa Z – WWF
  23.  Abdullah Habibi – WWF
  24. Taswin Munier – WWF

Draft indikator yang dibuat ini kemudian dikonsultasikan dalam lokakarya nasional pada tanggal 22-24 September 2010 di Bogor yang dihadiri oleh :

  1. Edward Hegerl - Marine Ecosystem Policy Advisors
  2. Sugeng Hari Wisudo – IPB,
  3. Asmadi - KKP Jambi
  4. Desriyanti – PUSKITA
  5. Andriany – PUSKITA
  6. Luby S – IPB
  7.  Rony B – IPB
  8.  Kosasih – Dit. SDI KKP
  9. Prabowo – KTNL KKP
  10.  Rina Herawati – Program DJPT,
  11. Edy Setyawan – TERANGI,
  12. Aris Widodo – MPM
  13. Sonny K - BBRSE KKP
  14. Cecep Ridwan – Dit. SDI KKP
  15.  Aminullah - DKP NTB
  16.  Irfan Y – WCS
  17.  Jimmi – Dit SDI KKP
  18.  Ari Purbayanto – IPB
  19.  Ali Suman – BRPL
  20. Wawan Ridwan – WWF Indonesia
  21.  Darmawan – UB
  22. Novriyanto – Telapak
  23.  K. A. Azis – IPB
  24. Julius Papileya - DKP Papua
  25.  Irwadi K. – DKP,
  26. Sihhatin - DKP JaTim,
  27.  Jaya W. – Dit PLN KKP
  28.  Hengkie Wowor - DKP Bitung
  29.  Dr. Priyanto R. – BRPL
  30. Hedi Permana - P2HP
  31. Tri Arga W. - P2HP
  32.  S. Suprapto – PJPT
  33.  Zarohman – BBPPI
  34. S. Kamarijah - Dit SDI
  35. Liliek Soeprijadi - Dit PUPI
  36. Besweni - Dit SDI
  37.  Aris Budiarto - SDI DJPT
  38.  M. Maskur T. – WWF Indonesia
  39. Ridwan Malik - SDI DJPT
  40.  Abdullah Habibi – WWF Indonesia
  41. Imam M. Z. – WWF Indonesia
  42. Ilham - Dit SDI
  43. Erna Yulianti – SDI
  44.  M. Khazali – CI
  45.  Hardono – KKP
  46.  Eny Buchary – TNC
  47.  A. Ghofar – UNDIP
  48. Ganef A. B. - DIT – SDI

Kemudian indikator ditetapkan dalam konsultasi tingkat nasional dan dilakukan penilaian awal pada wilayah pengelolaan perikanan Indonesia.  Sosialisasi indikator dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 29 Desember 2010.  Yang menghadiri antara lain: 

  1. Jimmi – Dit SDI KKP
  2. Wawan Ridwan – WWF Indonesia
  3. Novriyanto dan Nina Dwisasanti – Telapak
  4. S. Kamarijah - Dit SDI
  5.  Liliek Soeprijadi - Dit PUPI
  6. Aris Budiarto - SDI DJPT
  7.  Ridwan Malik - SDI DJPT
  8.  Abdullah Habibi – WWF Indonesia
  9.  Imam M. Z. – WWF Indonesia
  10. Eny Buchary – TNC
  11. A. Ghofar – UNDIP
  12. Ganef A. B. - DIT – SDI.

Proses terakhir yang dilaksanakan sampai saat ini adalah workshop EAFM pada tanggal 7-8 Februari 2011 di Puncak, Bogor. Para ahli yang telah memberikan saran dan arahannya adalah

  1. Agus Apun Budiman
  2. S. Suprapto
  3. Dicky GEP
  4.  Ridwan Malik
  5. Cecep R. Wahyudi
  6.  Jimmi
  7. Ilham
  8. Sofi CH
  9.  Ganef H.B
  10. Nofan Ramadhan
  11.  Putuh Suadela
  12. Hesti Wasih MR
  13. Aris Budiarto dari SDI – DJPT
  14. Dr. Luky Adrianto – IPB
  15. Suharyanto – STP
  16. Mahrudi – DJPT
  17. Wawan Ridwan
  18. Imam Mustofa Z
  19.  A. Habibi
  20. Taswin Munier - WWF-Indonesia
  21. A. Ghofar - Undip
  22. Auhadillah A – IPB
  23. Sonny K – BBRSE-KKP.
2 Komentar:
  • Imran AMin
    07 March 2014 11:18:53

    EAFM hanya bisa diimplementasikan jika pemerintah sudah bisa mengubah paradigma penentuan potensi lestari sumberdaya perikanan kita. Mengubah dari pendekatan nasional based ke satuan pengelolaan perikanan terkecil. potensi lestari per WPP pun masih sangat bias nantinya, karena kelembagaan pengelolaan WPP itu sendiri masih berfragmentasi antara pusat propinsi dan kabupaten. Dalam menentukan potensi lestari tersebut pun tidak lagi menggunakan pendekatan linier dan single species, tapi mulai memperhatikan factor-factor yang mempengaruhi keberadaan kelimpahan ikan. misalnya nilai potensi lestri kawasan Teluk Jakarta, atau kawasan-kawasan lain yang indikator ekosistemnya bias terukur. Tidak seperti saat ini, yang jadi acuan kita hanya potemsi letari nasional... Kalau paradigma dasar ini sudah dirubah, maka penerapan EAFM akan menjadi sangat mudah... tinggal menentukan effort maksimal yang diperbolehkan berdasarkan informasi perluasan specific di atas.

  • alwi PPs STP jakarta
    30 December 2012 22:14:52

    sustainability dapat di realisasikan jika kesadaran sosial ekonomi dan lingkungan dapat sinergis dan berperan akan tetapi tantangan dari ketiga hal tersebut masih cukup sulit di aplikasikan

Isi Komentar
 isi 8 digit karakter di sebelah kiri
Pilih bahasa :    

Kumpulan Penelitian EAFM Indonesia

Silakan berpartisipasi dalam EAFM Indonesia dengan memasukkan data dan tulisan Anda.
Kirimkan ke: eafm.id@gmail.com

Panjang pertama kali matang gonad (Lm) beberapa jenis ikan

  • Banyar (2013) : 18,03 FL

  • Barakuda (2013) : F:66.0 FL/ M:60.0 FL

  • Baronang (2013) : 24 cm

  • Bawal Hitam (2013) : 22-24 cm

  • Bawal Putih (2013) : 18 cm

  • Belanak (2013) : 24-26 cm

  • Butana (2013) : 18.0 FL

  • Cakalang (2013) : 40-41.9 cm

  • Gerotgerot (2013) : 40.0 cm

  • Kakap Merah (2013) : 42.9 FL

  • Kakap Putih (2013) : 29-60 cm

  • Kambing kambing (2013) : 14.0 TL

  • Kembung (2013) : 16,89 FL

  • Kepiting Bakau (2013) : 9-10 up CL/301-400 gr

  • Kerang Dara (2013) : M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm

  • Kerapu (2013) : 39 cm

  • Kuniran (2013) : F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm

  • Kurau (2013) : F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm

  • Kurisi (2013) : F:15-18 cm

  • Kuwe (2013) : 42.0 SL

  • Layang (2013) : 16,21 FL

  • Layang Deles (2013) : Jantan : 19,6-20,1
    Betina : 19,8-20,3

  • Layaran (2013) : 156-250 cm

  • Lemuru (2013) : 15.0 cm
    Betina: 9,9 (TL)

  • Lencam (2013) : 45.3 cm

  • Mahi-mahi (2013) : 65 cm

  • Mata Tujuh (2013) : M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm

  • Pari (2013) : M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm

  • Pari Manta (2013) : 380-460 cm

  • Peperek (2013) : 13.0 SL

  • Rajungan (2013) : 7-9 cm (CL)

  • Selar Bentong (2013) : 20,80 FL

  • Selar Kuning (2013) : J: 13,9-14,2
    B: 13,5-13,8 (TL)

  • Slanget (2013) : Jantan : 13,9-14,6
    Betina : 13,1-13,8 (TL)

  • Tembang (2013) : 11,95 FL

  • Tenggiri (2013) : 40-45 cm

  • Teri Jengki (2013) : 6 cm

  • Teripang (2013) : 16 cm,184 gr

  • Tongkol (2013) : 35 cm

  • Tongkol Komo (2013) : 40-65 cm

  • Tongkol Krai (2013) : 29-30 cm

  • Tuna Albakor (2013) : 107.5 cm

  • Tuna Mata Besar (2013) : Jantan : 140,5-151,9
    Betina : 133,5-137,9(FL)

  • Tuna Sirip Biru (2013) : 140 cm

  • Tuna Sirip Kuning (2013) : 137,50 (FL)

Estimasi Potensi Sumberdaya Ikan Keputusan Menteri KP No.45/MEN/2011

O

F

M-F

M

Over Exploited Fully Exploited To Fully-Exp Moderate
Tabel SDI WPP-571
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung O
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(3)
- Pelagis kecil F
- Banyar O
- Kembung O
- D.macarellus F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Golok-golok M
Tuna Besar
- Cakalang M
Tabel SDI WPP-572
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Layur M
- Kurisi F
- Kuniran F
- Swanggi F
- Bloso F
- Gumalah F
- Kakap merah O(4)
- Kerapu O(4)
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-573
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Layur M
- Kakap merah F(5)
- Kuwe F(5)
PELAGIS KECIL F
- D.kuroides M
- Lemuru O(6)
Tuna Besar
- Cakalang M
- Albakora F
- Madidihang F
- Mata besar O
- Sbt O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-711
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurau O
- Manyung F
PELAGIS KECIL O
- Banyar F
- Kembung F
- D.macrosoma F
- D.ruselli F
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-712
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL F
- Kurisi M(1)
- Kuniran F
- Swanggi M(1)
- Bloso F
- Kakap merah O
- Kerapu O
PELAGIS KECIL O
- Banyar O
- Kembung O
- D.macrosoma O
- D.resulli O
Tabel SDI WPP-713
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL O
- Kakap merah M(2)
- Kerapu M(2)
PELAGIS KECIL O
- Ikan terbang O
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang O
- Mata besar F
Tabel SDI WPP-714
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL F
PELAGIS KECIL F
- D. macarellus M-F
- D.macrosoma M-F
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
- Cumi-cumi M
Tabel SDI WPP-715
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
- Kakap merah F
- Kerapu F
PELAGIS KECIL F
- Ikan terbang F
- D.kuroides F
- D.macarellius M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-716
Jenis Ikan Status Stok
DEMERSAL M
- Manyung M
- Kakap merah M
- Kerapu M
- Kuwe M
PELAGIS KECIL M
- D.kuroides M
- D.macarellus M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihang F
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-717
Jenis Ikan Status Stok
UDANG O
DEMERSAL M
PELAGIS KECIL M
Tuna Besar
- Cakalang M
- Madidihag O
- Mata besar O
Tabel SDI WPP-718
Jenis Ikan Status Stok
UDANG F
DEMERSAL O(*)
- Mayung O
- Kurisi O
- Kuniran O
- Swanggi O
- Bloso O
- Gumalah O
- Kakap merah O
- Ikan lidah F
- Palagis kecil M

Pengunjung

Group Mailing List EAFM Indonesia

Komentar Pengunjung

14 orang
237 orang
1243 orang
11521 orang
Kunjungi kami juga di: